Penkom

Laporan Praktikum                                      Hari/Tanggal   : Senin/ 14 Maret 2011

Struktur dan Fungsi Subseluler                    Waktu             : 08.00-11.00 WIB

PJP                  : Ramdan Hidayat, M.Si

Asisten            : Rahmi Maydina

Resti Siti Muthmainah

Lutfi Anshory[A1]

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

(AUTOPIPET[A2] , pH METER DAN SENTRIFUS)[A3] 

Kelompok 7[A4] :

 

Azra Zahrah Nadhirah Ikhwani    G84090082[A5] 

Nabilla Ayuningtyas                          G84090074

Nurul Syifa                                        G84090079

Puri Dermawan                                  G84090084[A6]

 

 

 

 

 

 

 

 

[A7]

 

 

 

 

DEPARTEMEN BIOKIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR[A8] 

2011[A9] [A10] 


 

Pendahuluan

Studi biokimia [A11] yang mempelajari reaksi kimia dalam organisme hidup di antaranya mencakup pemahaman mengenai struktur dan fungsi subseluler. Pengenalan dan teknik atau prosedur kerja penggunaan alat-alat laboratorium biokimia dibutuhkan individu yang berkepentingan untuk mempelajari studi tersebut. Beberapa alat laboratorium yang umum digunakan dalam laboratorium studi tersebut adalah autopipet, pH meter dan sentrifus.

Autopipet digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah atau volume kecil secara akurat kurang dari 1 mL. Oleh karena itu, alat ini dapat digunakan dalam pemindahan cairan dengan volume kurang dari 1000 mikroliter. Volume setiap jenis autopipet tersebut dapat diset sesuai kebutuhan  selama masih dalam kisaran volumenya.

Nilai pH suatu zat dapat diukur dengan menggunakan pH meter yang berupa alat digital. Alat ini menggunakan satuan ukur yang menguraikan derajat keasaman atau kadar alkali dari suatu larutan. Pengukuran pH ini berdasarkan potensial elektrokimia yang terjadi antara larutan yang ada dalam elektroda gelas (membran gelas) yang telah diketahui dengan larutan di luar gelas elektroda yang tidak diketahui (Hendra 1989). Standardisasi atau kalibrasi pH meter dibutuhkan sebelum dilakukan pengukuran pH yang ingin diuji. Kalibrasi pH meter dapat menggunakan metode satu larutan bufer[A12]  atau dua larutan bufer yang sesuai dengan larutan yang ingin diuji. Kerja pH meter juga ditentukan oleh beberapa faktor seperti suhu. Oleh karena itu, semua pH meter memiliki kenop berlabel pengatur suhu yang digunakan untuk mengatur temperatur dari larutan yang diukur (Bernasconi 1995).

Sentrifus merupakan alat untuk fraksinasi subselular dengan menggunakan prinsip sentrifugasi (Boyer 1986). Sentrifugasi adalah metode sedimentasi untuk memisahkan partikel-partikel dari suatu fluida berdasarkan berat jenisnya dengan memberikan gaya sentripetal (Robinson 1975). Sentrifugasi bertujuan memisahkan sel menjadi organel-organel utama sehingga fungsinya dapat teridentifikasi (Miller 2000). Sentrifus dalam bentuk yang sederhana terdiri atas sebuah rotor dengan lubang-lubang untuk meletakkan wadah atau tabung yang berisi cairan dan sebuah motor atau alat lain sebagai pemutar rotor pada kecepatan yang dikehendaki (Hendra 1989[A13] ).

 

Tujuan

Tujuan percobaan yang dilakukan adalah mengenal dan menguasai teknik atau prosedur kerja dari beberapa alat-alat laboratorium biokimia, yaitu autopipet[A14] , pH meter dan sentrifus. Penggunaan pH meter dalam percobaan ini bertujuan[A15]  mengukur nilai pH suatu larutan yang diuji dengan melakukan kalibrasi terlebih dahulu.  Penggunaan sentrifus bertujuan  memisahkan bagian-bagian dari suspensi kloroplas hingga terbagi menjadi supernatan dan pelet.

 

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam percobaan yang dilakukan adalah autopipet, pH meter, sentrifus Beckman JA-20, tabung sentrifus, neraca analitik OHAUSS GA 200, gelas piala, gelas ukur, tabung reaksi dan pipet tetes. Adapun[A16]  bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah larutan 0.2 fosfat (Na2HPO4.2H2O), 0.1 M sitrat (asam sitrat satu hidrat) dan suspensi kloroplas.

 

Prosedur Percobaan

Penggunaan autopipet. Dipilih ujung (tip) plastik yang tepat dan dilekatkan ujung tersebut dengan diputarkannya pada batang. Volume disesuaikan  dengan jenis volume pada ujung plastik, yaitu dengan diputarnya tombol sampai mencapai volume yang diinginkan. Alat pengungkit ditekan ke dalam posisi penghentian yang pertama. Dicelupkan ujung plastik kira-kira 5 mm di bawah permukaan cairan. Dipegang dengan lurus dan dengan perlahan pengungkit dilepas agar cairan terangkat hingga mencapai ujung plastik. Ujung plastik diangkat dari cairan sampel dengan ditarik sambil tetap ditempelkan pada dinding wadah. Bagian luar ujung plastik diusap dengan tissu secara perlahan tanpa menyentuh ujung plastik karena cairan dapat terangkat keluar. Ujung plastik diletakkan berlawanan dengan dinding wadah yang akan digunakan. Alat pengungkit ditekan kembali dengan perlahan dan hati-hati ke dalam posisi perhentian pertama. Selama satu detik ditunggu, kemudian alat pengungkit ditekan kembali ke dalam posisi perhentian akhir. Ujung plastik ditarik dari dalam wadah dengan hati-hati, kemudian tombol dilepas dengan perlahan. Akhirnya, ujung plastik dikeluarkan ke dalam sebuah tempat penampungan dengan ditekannya tombol eject.

Penggunaan pH meter. Sebanyak 50 mL larutan 0.2 M fosfat dan 100 mL 0.1 M sitrat disiapkan dari bentuk padatan pada awalnya. Setelah itu, standardisasi pH meter dilakukan dengan kalibrasi dua nilai pH (metode dua larutan bufer), yaitu elektroda direndam pada pH 7 kemudian ditekan tombol kalibrasi dan elektroda direndam pada pH 4 kemudian ditekan tombol slope. Kemudian, 35 mL larutan fosfat ditambahkan ke dalam 65 mL larutan sitrat dan kemudian pH diukur. Apabila nilai pH larutan kurang dari 3.8 maka ditambahkan larutan fosfat dengan pipet tetes dan bila nilai pH lebih dari 3.8 ditambahkan sedikit asam sitrat.

Penggunaan sentrifus. Tabung yang akan diisi dengan kloroplas ditimbang terlebih dahulu (bobot tabung kosong), kemudian dimasukkan suspensi kloroplas 20 gram dan ditimbang beratnya (bobot tabung + kloroplas). Lalu, tabung berisi kloroplas tersebut dimasukkan ke dalam rotor sentrifus bersebrangan dengan tabung blanko[A17]  untuk diputar dengan kecepatan 1200 x gravitasi selama sepuluh menit. Setelah itu, terlihat suspensi kloroplas terpisah menjadi supernatan dan pelet. Supernatan dan pelet yang didapat kemudian dipisahkan. Kemudian, tabung yang berisi pelet ditimbang (bobot tabung + pelet). Akhirnya, dari bobot tabung + pelet dan bobot tabung + kloroplas dapat ditentukan bobot pelet.

 

Hasil Percobaan

Tabel 1  [A18] Data hasil pengukuran pH bufer

Meja ke-

pH Meter

5

2.84

6

2.81

7

2.86[A19] [A20]

 

 

 

 

[A21]

Tabel 2  Data hasil sentrifus suspensi kloroplas

Meja ke-

Bobot Tabung (gram)

Bobot Tabung+Kloroplas (gram)

Bobot Tabung+Pelet (gram)

Bobot Pelet (gram)

5

16.26

36.27

20.55

4.29

6

16.19

36.19

16.44

0.25

7

15.62

35.62

18.18

2.56

   

Contoh Perhitungan

Bobot Pelet Meja ke-7      = (bobot tabung + pelet) – (bobot tabung)

= (18.18 – 15.62) gram = 2.56 gram

[A22]

[A23]

RPM = …………[A24]

Pembahasan

Autopipet memiliki kapasitas volume yang bervariasi, yaitu pipet yang berkapasitas volume antara 2-20 µL, 20–200 µL dan 100–1000 µL. Ujung plastik atau tip yang digunakan harus sesuai dengan ukuran volume autopipet, tip berwarna kuning digunakan untuk volume hingga 200 µL dan tip berwarna biru digunakan untuk volume hingga 1 mL. Pengambilan larutan yang diinginkan dimulai dengan menset volume pada autopipet sesuai kebutuhan dan kemudian tip dipasang. Larutan kemudian diambil dengan menekan terlebih dahulu penyedot pada batas pertama dan akhirnya tip dimasukkan ke dalam larutan dengan menahan tekanan hingga larutan terambil dalam jumlah yang sesuai. Larutan yang telah terambil dipindahkan dengan menempelkan tip pada dinding wadah penampung sampel dan kemudian penyedot ditekan sampai batas pertama juga sambil ditahan. Sisa-sisa cairan dikeluarkan dengan menekan penyedot ke pembatas kedua. Selesai itu, pipet ditarik dan tekanan penyedot dilepas yang akhirnya pipet dilepas dengan menekan tombol eject. Penggunaan autopipet tersebut harus dilakukan sesuai prosedur agar larutan atau suspensi yang diinginkan dapat terambil dengan tepat sesuai kebutuhan.

Prinsip kerja pH meter adalah pengukuran arus listrik yang tercatat sebagai tegangan karena adanya suasana ionik larutan (Bernasconi 1995 dan[A25]  Beran 1996). Kalibrasi pH meter yang bertujuan menjaga stabilitas sensor dibutuhkan dalam penggunaannya agar hasil pengukuran yang dilakukan tepat. Kalibrasi dilakukan dengan menggunakan larutan buffer. Larutan buffer merupakan larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada penambahan sedikit asam atau alkali. Metode yang dilakukan dapat menggunakan satu atau dua larutan buffer. Larutan buffer standar yang biasa digunakan dalam kalibrasi ini adalah yang memiliki nilai pH 7, 4, dan 10 (Miller 2000). Larutan buffer yang dipakai akan bergantung pada kebutuhan dan tujuan percobaan. Pemilihan larutan buffer yang digunakan dalam standardisasi atau kalibrasi ini penting karena berpengaruh terhadap pembacaan pH meter. Penggunaan larutan buffer ini harus diperhatikan kesegarannya dan sensor pH meter harus selalu dicuci dengan akuades sebelum dipakai agar akurasinya terjaga. Jika dalam keadaan tidak terpakai sensor tersebut harus direndam dalam akuades (Hendra 1989). Hal tersebut disebabkan bola elektroda yang dalam keadaan kering akan menjadi anidrat sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Elektroda tersebut akan menangkap aktivitas ion hidrogen yang berpengaruh terhadap pembacaan pH meter (Robinson 1975). Selain dua hal tersebut, suhu juga merupakan faktor yang mempengaruhi pengukuran pH dengan pH meter. Suhu berpengaruh terhadap…

Percobaan yang dilakukan adalah mengukur nilai pH campuran larutan fosfat dan sitrat. Kalibrasi dilakukan dengan metode dua larutan bufer[A26] , yaitu larutan bufer dengan pH yang bernilai 5 dan 7. Penggunaan pH tidak bernilai 4, tetapi 5[A27]  dikarenakan bahan yang bersangkutan tidak tersedia. Nilai akhir pH campuran larutan fosfat dan sitrat yang terukur dari ketiga kelompok yang melakukan adalah 2.84, 2.81 dan 2.86. Hal tersebut menunjukkan bahwa campuran larutan tersebut bersifat asam. Hasil tersebut sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa….

Prinsip kerja sentrifus adalah gaya sentrifugal dengan meletakkan sampel pada suatu rotor yang memutar sampel dengan kecepatan tinggi sehingga terjadi pengendapan partikel, organel-organel sel, atau makromolekul berdasarkan bobot molekulnya. Perusakan membran plasma dan dinding sel yang jika dimiliki oleh sel tersebut merupakan langkah awal melakukan fraksinasi subseluler. Hal tersebut dilakukan dengan mensuspensikan jaringan atau sel tersebut terlebih dahulu pada larutan sukrosa isotonis dan larutan buffer yang memiliki pH sesuai. Sel kemudian dipecah melalui homogenisasi dengan blender atau homogenizer melalui sinokasi atau menempatkan sel tersebut pada tekanan tinggi (Artika & Safithri 2011). Homogenisasi dan fraksinasi dilakukan pada suhu 40C untuk ….. (Miller 2000). Homogenat yang dihasilkan akan disentrifugasi dengan kecepatan … ukurannya. Homogenat tersebut dimasukkan ke tabung sentrifus dan diletakkan pada rotor sentrifus secara berlawanan dengan …, bisa merupakan blanko. Keseimbangan ini penting agar …… [A28] (Robinson 1975). Sentrifugasi dapat dilakukan dengan berbagai kecepatan gravitasi dengan waktu yang tertentu sesuai dengan tujuan. Sentrifugasi ini akan menghasilkan supernatan dan pelet. Supernatan adalah ……. Adapun pelet terletak pada lapisan bawah berupa endapan (……).

Fraksinasi suspensi kloroplas yang dilakukan dalam percobaan dilakukan dengan sentrifugasi berkecepatan 1200x g selama 10 menit. Sentrifugasi yang dilakukan kelompok meja ke-7 menghasilkan supernatan dan pelet yang terpisah dengan baik. Supernatan tersebut adalah hasil sentrifugasi yang berisi cairan yang tidak diperlukan (tapisan). Pelet yang dihasilkan merupakan endapan yang berisi organel-organel sel. Bobot pelet yang dihasilkan adalah sebesar 2.56 gram, sedangkan bobot pelet yang dihasilkan kelompok meja ke-5 dan ke-6 sebesar 4.29 gram dan 0.25 gram. Sentrifugasi yang dilakukan tersebut memiliki kecepatan rotasi 3149.7039 per menitnya dengan diamater rotor sebesar 108 mm.

 

Simpulan

Autopipet digunakan untuk memindahkan cairan larutan atau suspensi dengan jumlah yang kecil (ukuran volume bervariasi antara 2-1000 µL). Pemindahan tersebut harus dilakukan dengan prosedur yang tepat agar cairan yang terambil tepat jumlahnya. Mengukur nilai pH suatu larutan dengan tepat dapat menggunakan pH meter. Penggunaan pH meter tersebut harus dikalibrasi terlebih dahulu. Campuran larutan fosfat dan sitrat yang diuji dengan metode dua larutan buffer menghasilkan pH bernilai di bawah 3 yang berarti bersifat asam. Sentrifugasi dalam pemisahan suspensi kloroplas menghasilkan supernatan dan pelet dengan nilai RPM 3149.7039 dan bobot pelet masing-masing kelompok sebesar 4.29 gram, 0.25 gram dan 2.56 gram.

 

Daftar Pustaka

Artika IM, Safithri M. 2011. Diktat Kuliah Struktur dan Fungsi Subseluler. Bogor: Departemen Biokimia. [A29]

Beran JA.1996. Chemistry in The Laboratory. Prentice Hall: John Willey & Sons.

Bernasconi G. 1995. Teknologi Kimia I. Lienda Handono, penerjemah. Jakarta: Pradya Paramita. [A30]

Boyer 1986. Experimental Biochemistry. Canada: The Benjamin/Cummings Publising Company.

Hendra A. 1989. Teknik pemisahan Dalam Analisis Biologis. Bogor: IPB Press.

Miller JN. 2000. Statistics and Chemometrics for Analytical Chemistry. 4th Ed[A31] . Harlow: Prentice Hall.

Robinson JR. 1975. Fundamental of Acid-Base Regulation. 5th Ed. Oxford: Blackwell Scientific Publication.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh penulisan DAFTAR PUSTAKA lainnya

 

Adriano DC. 2001. Trace Elements in Terrestrial Environments: Biogeochemistry, Biovailiability, and Risks of Metals. 2nd Ed. New York: Springer.[A32]

[AOAC] Association of Official Analytical Chemist. 2002. AOAC International methods committee guidelines for validation of qualitative and quantitative food microbiological official methods of analysis. J AOAC Int. 85: 1-5.[A33]

Bilos C, Colombo JC, Skorupka CN, Rodriguez-Presa MJ. 2001. Source, distribution and variability of airbone trace metals in La Plata City area, Argentine. Environ Pollut 111 (1): 149-158.[A34]

[BPOM RI] Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.06.1.52.4011. tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan. Jakarta: BPOM RI; 2009. [A35]

Chang L, Jong T, Huang H, Nien Y, Chang CJ. 2006. Supercritical carbondioxide extraction of turmeric oil from Curcuma longa Linn and purification of turmerones. Sep Purif Tech[A36]  47 (3): 119-125.

Chattopadhyay I, Biswas K, Bandyopadhyay U, Banerjee RK. 2004. Turmeric and curcumin: biological actions and medicinal applications[A37] . Indian Acad Science 87 (1): 44-53.

Divya CS, Pillai MR. 2006. Antitumor action of curcumin in human papillomavirus associated cells involves down regulation of viral oncogenes, prevention of NFKB and AP-1 translocation, and modulation of apoptosis. Molecular Carcinogenesis 45[A38]  (5[A39] ): 320-332[A40] .

Fuente HD et al. 2002. Effect of arsenic, cadmium, and lead on the introduction apoptosis of normal human mononuclear cells. Clinic and Exprm Immuno 129[A41] : 69-77.

[PSB]. 2012. Introduction. [terhubung berkala]. http://biofarmaka.or.id/about-us/introduction [28 Juli 2012].[A42]

Watson D. 2009. Analisis Farmasi: Buku Ajar untuk Mahasiswa Farmasi dan Praktisi Kimia Farmasi. Ed ke-2. Syarief WR, penerjemah; Hadinata AH, editor. Jakarta: EGC. Terjemahan dari: Pharmaceutical Analysis: A Textbook for Pharmacy Students and Pharmaceutical Chemist.[A43]

Catatan:

Untuk format penulisan dapus terbaru dari IPB, pengarang dengan 1-10 orang à semua nama pengarangnya HARUS ditulis

 

Bila pengarang lebih dari 10 orang, cukup ditulis nama pengarang pertama yang dilanjutkan dengan et al. à misal : Adriano et al.

Contoh Tabel yg kepotong (lihat Tabel 2 di bawah)

… tempat penampungan dengan ditekannya tombol eject.

Penggunaan pH meter. Sebanyak 50 mL larutan 0.2 M fosfat dan 100 mL 0.1 M sitrat disiapkan dari bentuk padatan pada awalnya. Setelah itu, standardisasi pH meter dilakukan dengan kalibrasi dua nilai pH (metode dua larutan bufer), yaitu elektroda direndam pada pH 7 kemudian ditekan tombol kalibrasi dan elektroda direndam pada pH 4 kemudian ditekan tombol slope. Kemudian, 35 mL larutan fosfat ditambahkan ke dalam 65 mL larutan sitrat dan kemudian pH diukur. Apabila nilai pH larutan kurang dari 3.8 maka ditambahkan larutan fosfat dengan pipet tetes dan bila nilai pH lebih dari 3.8 ditambahkan sedikit asam sitrat.

Penggunaan sentrifus. Tabung yang akan diisi dengan kloroplas ditimbang terlebih dahulu (bobot tabung kosong), kemudian dimasukkan suspensi kloroplas 20 gram dan ditimbang beratnya (bobot tabung + kloroplas). Lalu, tabung berisi kloroplas tersebut dimasukkan ke dalam rotor sentrifus bersebrangan dengan tabung blanko untuk diputar dengan kecepatan 1200 x gravitasi selama sepuluh menit. Setelah itu, terlihat suspensi kloroplas terpisah menjadi supernatan dan pelet. Supernatan dan pelet yang didapat kemudian dipisahkan. Kemudian, tabung yang berisi pelet ditimbang (bobot tabung + pelet). Akhirnya, dari bobot tabung + pelet dan bobot tabung + kloroplas dapat ditentukan bobot pelet.

 

Contoh tabel yg kepotong (Lihat Tabel 2)

Hasil Percobaan

Tabel 1  Data hasil pengukuran pH bufer

Meja ke-

pH Meter

5

2.84

6

2.81

7

2.86

 

Tabel 2  Data hasil sentrifus suspensi kloroplas

Meja ke-

Bobot Tabung (gram)

Bobot Tabung+Kloroplas (gram)

Bobot Tabung+Pelet (gram)

Bobot Pelet (gram)

5

16.26

36.27

20.55

4.29

6

16.19

36.19

16.44

0.25

Lanjutan Tabel 2

Meja ke-

Bobot Tabung (gram)

Bobot Tabung+Kloroplas (gram)

Bobot Tabung+Pelet (gram)

Bobot Pelet (gram)

7

15.62

35.62

18.18

2.56

 

Ingat ya, kerjain dengan jujur.. perhatiin baik2 penulisannya sebelum diprint.. jgn ampe ada yg salah… Pas ngeprint jangan lupa Scale to Paper Size-nya dijadiin A4.

1 paragraf minimal 3 kalimat ya.. terus, 1 paragraf jangan panjang2…

Jgn sampe plagiat… pake bahasa kalian sendiri aja.. wajarnya setiap orang itu punya gaya bahasa masing2.. tapi, bahasanya harus tetap ilmiah yaaa…

Krn saya udah kasih contoh laporan ini, jadi sebisa mungkin isi pendahuluan dan pembahasannya jangan sama (asal ngopas).. kalian cari sendiri literasinya ya… kalo bisa minimal 1 jurnal… minimal 3 dapus ya…

Kalo masih ada yg bingung, tanya aja ya ke saya à 0853 1377 3528

SEMANGAT yyaaaaaaaa!!!!!

 

Ttd

.Azra.

 

Nb: Minggu depan belajar buat kuis praktikum 1(Praktikum tadi à18 Feb) & 2 (Spektro à 25 Feb)

Rakernya dikerjain juga dua2nya (Prak. 1& 2)

Foto yg belum, minggu depan kumpulin (25 Feb) à kalo gak bawa nilai diminus 10


 [A1]TNR 12, font 1

Jangan ampe salah ketik ya… jangan copas aja, trus lupa diedit à hari/tanggal, pjp, asisten

 [A2]Kita gak ngelakuin praktikum yg ini ya… jadi, gak usah diketik

 

 [A3]TNR 14

 [A4]Kelompok kecil

 [A5]Jangan lupa nama+nim kalian sendiri yg dibold

 [A6]Nama+NIM teman kalian yg sekelompok kecil

 [A7]Diameter 2,5 cm

 [A8]Terserah mau dicantumin atau nggak..

tapi, kalo ama asprak yg lain tanya dulu ya.. maunya gimana

 [A9]Yg ini TNR 12 juga ternyata..

Sorry, saya salah jelasinnya wkt itu… bukan tnr 14 ya…

SEKALI LAGI TNR 12

 [A10]Jangan ampe ngopas doang, edit… 2013

 [A11]Kalian pinter2 ya nulis pendahuluan juga pembahasan ntar

Jgn ampe asal ngopas gitu aja, diedit ya,,

Kalo ketahuan ada yg ngopas (plagiatisme), nilai laporannya saya kurangi.. tergantung banyaknya (bisa ampe setengahnya dari nilai awal).. dan mungkin ntar ada tugas tambahan buat yg ketahuan… jadi, please banget jgn ampe plagiat ngopas no edit gitu… kerjain yg jujur ya

 [A12]Penulisan baku dalam bahasa indonesia ‘bufer’ ya… bukan ‘buffer’.. kalo kalian pake kata’buffer’ harus diitalic (digaris miring)

 [A13]Jangan lupa cantumkan sumber literasi àntar jgn lupa juga, hrs dicantumin di dapus..

kalo ampe ada sumber literasi (literatur) di pendahuluan atw pembahasan, tp gak ada di dapus.. nilai dapusnya dikurangi.. ok?!

 [A14]Kalo mau ngopas, inget ya.. praktikum yg kalian kerjain itu apa aja

 [A15]Kalo udah ada kata ‘’bertujuan” atau “tujuan” gak perlu pake “untuk” lagi stelahnya… udah tw kan?

 [A16]Dalam kalimat seperti ini, di awal kalimat Gunakan kata “adapun” ,  jangan gunakan kata “sedangkan”

Kata “sedangkan” merupakan kata hubung, jadi jangan ditaruh di awal kalimat…

Yg ini udah benar ya..

 [A17]Kalian ubah ya.. pas praktikum gimana.. gak jadi pake blanko (akuades) kan?

 

 [A18]2 spasi, tanpa titik

 [A19]Ngetik datanya jangan ampe salah

 [A20]TNR 11 atau 10

 [A21]Jangan ampe kosong gini ya… harus keisi ampe mentok batas margin… gimana caranya kalian akalin.. bisa nambah atau ngurangin pendahuluannya.. supaya tabel 1-nya bisa ngepas ke bawah atw tabel 2-nya bisa naek (tapi gak kepotong).. kalo kepotong sebenarnya boleh, tapi ntar agak ribet.. ada beberapa hal (aturan) yg harus kalian perhatiin pada tabel yg kepotong di halaman berikutnya

 

Contoh tabel yg kepotong ada di 2 halaman terakhir (coba lihat aja kalo mau)

 [A22]Buatnya pake Equation ya… bisa kan? Tapi, jgn lupa fontnya tetap TNR 12 (di Normal Text- in dulu)

 [A23]Nilai r-nya jadi 108 mm ya… bukan 1.18 cm… yg ditulis di papan tulis salah.. ok? sorry

 [A24]Kalian itung sendiri ya… dapat nilai RPM-nya berapa?

 [A25]Saya masih ragu sebenarnya, pake ‘dan’ atau ‘&’

Kalo tahun TPI saya pake ‘&’, tp sekarang dari IPB ada beberapa perubahan dlm Teknik Penulisan Ilmiah..

Ntar coba tanya aja ya pas di TPI kalo udah belajar… baca buku TPI-nya dengan baik J

 [A26]Oia, nanti konsisten ya kalian make kata ‘bufer’ atau ‘buffer’

Kalo make ‘buffer’ diitalic

Kalo kata saya mending kalian pake kata ‘bufer’ .. udah baku koq

 [A27]Ingat gak kalian make bufer pH berapa? Jgn ampe terkecoh ya ama pembahasan di sini

 [A28]Di beberapa pembahasan ini ada beberapa kalimat yg sengaja gak dilengkapin… kalian cari tw sendiri kalo emang disuruh di pembahasannya..

 [A29]Dapus ini jangan digunain ya… (diktat kuliah sebisa mungkin jangan dijadiin rujukan)… jangan diikutin ya.. hhe

 [A30]Kurang lengkap nih penulisan dapusnya.. kalo buku terjemahan tulis juga judul asli bukunya

Lebih jelasnya lihat halaman berikutnya.. ada beberapa contoh dapus yg saya cantumkan

 [A31]Penulisan edisi di dapus dipisah dari judul ya dan gak digarismiring… yg ini udah benar

 [A32]Contoh penulisan dapus dari buku

 [A33]Contoh penulisan dapus dari jurnal dengan pengarang suatu lembaga

 [A34]Contoh penulisan dapus dari jurnal dengan beberapa pengarang (< 10 orang) à tulis semua nama pengarangnya

 [A35]Contoh penulisan dapus dari dokumen yg dikeluarkan dari suatu lembaga, seperti surat keputusan, peraturan, dll

 [A36]Nama jurnal diitalic, disingkat (biasanya sdh ada penulisan singkat yg baku dr jurnal tsb.) à kalo udah punya buku Teknik Penulisan Ilmiah, bisa dilihat di bukunya untuk lebih jelas

 [A37]Penulisan judul dari jurnal tidak diitalic dan hanya huruf pertama yg kapital..

Yg ini format  penulisannya udah benar ya

 [A38]No. volume jurnal

 [A39]Nomor suplemen jurnal diketik dalam kurung

 [A40]Halaman di jurnalnya

 [A41]Ada jurnal yg memang tidak ada nomor suplemennya… yg pasti ada no. volumenya

 [A42]Contoh penulisan dapus dari web

 [A43]Contoh penulisan dapus dari buku terjemahan dengan editor

Category: IPB  Leave a Comment